|
8
Juni 2002
|
15
pimpinan parpol yang tidak memenuhi ketentuan electoral threshold dua persen
berdasar Undang-Undang (UU) Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 sepakat menandatangani
dokumen bersama di Hotel Sahid, Jakarta, untuk menolak pemberlakuan ketentuan
tersebut. Mereka juga menuntut agar semua parpol peserta Pemilu 1999
diikutkan lagi dalam Pemilu 2004 walaupun ada parpol yang sama sekali tidak
mempunyai perolehan kursi di DPR/DPRD. Partai yang terlibat pada pertemuan
yang diprakarsai Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), yaitu Partai Keadilan
(PK), Partai Demokrasi Kasih Bangsa, Partai Nahdlatul Umat, Partai Demokrasi
Indonesia, Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia, Partai Katolik Demokrat,
Partai Daulat Rakyat, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai
Persatuan, Partai Syarekat Islam Indonesia, Partai Nasional Indonesia Massa
Marhaen, Partai Nasional Indonesia Front Marhaenis, Partai Politik Islam
Indonesia Masyumi, dan Partai Kebangkitan Umat.
|
Tahun 2003
|
|
9
Februari 2003
|
Ratusan
ribu massa PK berunjuk rasa menolak serangan AS ke Irak di sepanjang Jl. MH
Thamrin hingga kedubes AS.
|
|
20
Maret 2003
|
Sekali
lagi, PK bersama PKS menggelar aksi damai menentang serangan AS ke Irak di
sepanjang Jl. MH Thamrin hingga kedubes AS. Aksi diikuti oleh 30.000 massa.
|
|
30
Maret 2003
|
PKS
bersama Komite Indonesia untuk Solidaritas Rakyat Irak (KISRA) serta seluruh
elemen masyarakat menggelar aksi ‘Sejuta Umat’ dari Bunderan HI hingga
kedubes AS, Jakarta. Aksi ini merupakan aksi terbesar sepanjang massa dan
mampu mengusik para pemimpin dunia.
|
|
17
April 2003
|
Musyawarah
Majelis Syuro XIII Partai Keadilan yang berlangsung di Wisma Haji Jawa Barat,
Bekasi, merekomendasikan PK untuk bergabung dengan PKS.
|
|
20
April 2003
|
Deklarasi
DPP PKS di Silang Monas, Jakarta, yang dihadiri oleh 40.000 massa.
|
|
26
Mei 2003
|
PK
dan PKS mendeklarasikan Crisis Centre untuk Rakyat Aceh (CCRA) di halaman
Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. CCRA dimaksudkan untuk
membantu rakyat Aceh yang tengah dilanda konflik berkepanjangan.
|
|
4
Juni 2003
|
DPP
PKS dinyatakan lulus verifikasi oleh Depkehham. Verifikasi dilakukan di kantor
sekretariat Jl. Mampang Prapatan VIII No. R-2, Jakarta.
|
|
5
Juni 2003
|
PK
selenggarakan acara ‘Silaturahim Nasional Anggota Legislatif Partai Keadilan’
di Wisma DPR, Cikupa, Cisarua, Bogor, yang diikuti oleh 180 anggota dewan
dari seluruh Indonesia.
|
|
8
Juni 2003
|
PKS
gelar ‘Dzikir dan Doa untuk Rakyat Aceh’ di halaman Masjid Agung Al Azhar,
Jl. Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta, diikuti oleh ribuan massa.
|
|
10
Juni 2003
|
PK
bersama PKS melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR Jl. Gatot
Subroto, Jakarta, untuk mendukung disahkannya RUU Sisdiknas oleh DPR RI.
|
|
2
Juli 2003
|
Partai
Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) telah menyelesaikan seluruh proses
verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat Dewan Pimpinan
Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat
Kabupaten/Kota). Ini berarti PK Sejahtera telah melengkapi 100% persyaratan
verifikasi Depkehham.
|
|
3
Juli 2003
|
PK
bergabung dengan PKS yang dilakukan di kantor pengacara Tri Sulistyowarni di
Pamulang, Tangerang. Dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi
milik PKS, termasuk anggota dewan dan para kadernya.
|
|
20
Juli 2003
|
Musyawarah
Majelis Syuro I PKS yang berlangsung di Ruang Binasentra, Kompleks Bidakara,
Jakarta, menetapkan delapan kriteria Calon Presiden (Capres) RI versi PKS.
Selain itu dicanangkan juga mekanisme pemilihan capres melalui Jaring Capres
Emas.
|
|
22
Juli 2003
|
Ribuan
massa PKS melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Perusahaan Umum Badan
Urusan Logistik (Bulog), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. PKS menolak
kebijakan Bulog seperti beras impor dan dana talangan Sukhoi yang dinilai
menyengsarakan ribuan petani.
|
|
8
Agustus 2003
|
DPP
PKS mencanangkan program Safari ‘Aam Intikhobi (Tahun Pemenangan Pemilu),
yaitu program safari tokoh-tokoh partai ke berbagai daerah untuk
mensosialisasikan dan mensukseskan pemilu 2004. Acara berlangsung di Aula
Masjid Baitussalam, Duren Tiga, Jakarta.
|
Piagram Deklarasi
Bismilllahirrahmaanirrahiim
Bangsa
Indonesia telah menjalani sebuah sejarah panjang yang sangat menentukan dalam
waktu lebih dari lima dekade ini dengan sebuah perjuangan yang berat dan
kritis. Setelah lepas dari penjajahan Belanda dan Jepang selama tiga setengah
abad, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Kebangkitan
ini berjalan hingga tahun 1959 ketika upaya untuk membangun bangsa yang
demokratis dan sejahtera mengalami kebuntuan dengan dikeluarkannya Dekrit
Presiden 5 Juli 1959 yang menandai awal diktaktorisme di Indonesia. Orde Baru
muncul pada tahun 1966 tetapi ternyata hanya merupakan sebuah perpanjangan
tangan kekuasaan militer yang benih-benihnya sudah mulai bersemi pada masa Orde
Lama.
Pada
tanggal 21 Mei 1998 bangsa Indonesia mengukir kembali harapannya untuk hidup
dalam suasana yang mampu memberi harapan ke depan dengan digulirkannya
Reformasi Nasional yang didorong oleh perjuangan mahasiswa dan rakyat.
Reformasi Nasional pada hakekatnya adalah sebuah kelanjutan dari upaya mencapai
kemerdekaan, keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia dari perjuangan
panjang yang telah ditempuh selama berabad-abad.
Demokratisasi
menjadi tulang punggung perjuangan tersebut yang mewadahi partisipasi
masyarakat dalam keseluruhan aspeknya. Bertolak dari kesadaran tersebut,
dibentuklah sebuah partai politik yang akan menjadi wahana dakwah untuk
mewujudkan cita-cita universal dan menyalurkan aspirasi politik kaum muslimin
khususnya beserta seluruh lapisan masyarakat Indonesia umumnya. Partai tersebut
bernama Partai Keadilan Sejahtera.
Semoga
Allah SWT memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita, mengikatkan hati
diantara para pengikut agama-Nya dan menolong perjuangan mereka dimana pun
mereka berada. Amin.
Jakarta, 20 April 2002
Atas Nama Pendiri Partai Keadilan
Sejahtera
|
(Drs. Almuzzammil Yusuf)
Ketua Umum
|
(Drs. Haryo Setyoko)
Sekretaris Jenderal
|
DAFTAR NAMA PENDIRI
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
Abdullah
Achyar Eldine, SE
Ahmad Yani, Drs.
Ahmadi Sukarno, Lc., MAg
Ahzami Samiun Jazuli, MA, DR
Ali Akhmadi, MA
Arlin Salim, Ir
Bali Pranowo, Drs
Budi Setiadi, SKH
Bukhori Yusuf , MA
Eddy Zanur, Ir, MSAE
Eman Sukirman, SE
Ferry Noor, SSi
H. Abdul Jabbar Madjid MA
H.M Ridwan
H.M. Nasir Zein, MA
Harjani Hefni, Lc
Haryo Setyoko, Drs
Herawati Noor, Dra
Herlini Amran, MA
Imron Zabidi, Mphil
Kaliman Iman Sasmitha
M. Iskan Qolba Lubis, MA
M. Martri Agoeng
Muttaqin
Mahfudz Abdurrahman
Martarizal, DR
Mohammad Idris Abdus Somad, MA, DR
Muhammad Aniq S, Lc.
Muhammad Budi Setiawan, Drs
Muslim Abdullah, MA
Musoli, MSc, Drs
Musyafa Ahmad Rahim, Lc
Nizamuddin Hasan, Lc
P. Edy Kuncoro, SE. Ak
Ruly Tisnayuliansyah, Ir
Rusdi Muchtar
Sarah Handayani, SKM
Susanti
Suswono, Ir
Syamsu Hilal, Ir
Umar Salim Basalamah, SIP
Usman Effendi, Drs
Wahidah R Bulan, Dra
Wirianingsih, Dra
Yon Mahmudi, MA
Yusuf Dardiri, Ir
Zaenal Arifin
Zufar Bawazier, Lc
Zulkieflimansyah, DR.
bersambung...........................
|